Kebakaran SMAN 1 Cempaga Diduga Dipicu Korsleting Kulkas, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

waktu baca 2 menit
Rabu, 30 Sep 2026 06:07 45 Catherine Mentaya Kursius

KOTIM, MEDIASUARAKALTENG.ID – Kebakaran yang terjadi di SMAN 1 Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diduga dipicu korsleting listrik pada sebuah kulkas yang berada di ruang Wakil Kepala Sekolah.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra W, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim AKP Sugiharso, S.H., saat konferensi pers, Rabu (30/9/2026).

“Untuk penyebab kebakaran di SMAN 1 Cempaga ini adalah dari korsleting listrik pada kulkas yang berada di ruang wakil kepala sekolah,” ujar Sugiharso.

Menurutnya, kondisi kulkas tersebut sudah cukup tua dan diduga terus terhubung dengan aliran listrik tanpa pernah dicabut.

Selain itu, pihak kepolisian masih mendalami kondisi kabel dan instalasi listrik yang digunakan.

“Usia kulkas sudah tua, sekitar empat tahun. Kondisinya bisa dikatakan sudah uzur karena tidak pernah dicabut, jadi menancap terus. Kebakaran diduga bermula dari situ hingga terjadi ledakan,” jelasnya.

Meski dugaan awal penyebab kebakaran telah diketahui, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan adanya unsur kelalaian maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Untuk sementara masih dalam penyelidikan untuk pertanggungjawabannya. Dari unsur yang ada, nanti masih kita lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” kata Sugiharso.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Nilai kerugian tersebut merupakan aset milik pemerintah atau negara.

Adapun bagian bangunan yang terdampak kebakaran meliputi tiga ruang kelas, satu ruang Wakil Kepala Sekolah, dan satu ruang guru.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar siswa. Untuk sementara, proses pembelajaran dilakukan dari rumah karena sejumlah ruangan sekolah tidak dapat digunakan.

“Untuk belajar mengajar, sementara ini masih belajar di rumah karena ruangannya tidak ada. Kami masih mencarikan solusi untuk kegiatan belajar mengajar dan masih melakukan koordinasi dengan Dinas Kabupaten Kotawaringin Timur,” pungkasnya.
(Cath)

Catherine Mentaya Kursius

Bachelor of Mathematics Education

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA