KOTIM, MEDIASUARAKALTENG.ID – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah, Alpius Patanan, mengungkapkan pihaknya terus memperkuat koordinasi antara BPBD provinsi dan kabupaten guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau.
“Langkah awal kita dalam menghadapi musim kemarau dilakukan melalui kunjungan dan koordinasi ke beberapa kabupaten untuk memperkuat peran BPBD dalam kesiapsiagaan karhutla,” ujar Alpius, dikutip Jum’at (3/4/2026).
Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman karhutla yang kerap terjadi di wilayah Kalimantan Tengah saat musim kemarau.
Upaya tersebut tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan berbagai pihak seperti instansi terkait, perusahaan, hingga masyarakat.
“Ancaman kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dihadapi secara kolektif dengan langkah terencana dan respons cepat dari seluruh pihak,” tegasnya.
Alpius menambahkan, dengan sinergi yang baik, diharapkan Kalimantan Tengah secara umum mampu meminimalisir terjadinya karhutla di musim kemarau tahun ini.
Selain ancaman karhutla, pihaknya juga mewaspadai potensi kekeringan akibat prediksi musim kemarau kering yang berpotensi melanda sejumlah wilayah, terutama di bagian selatan Kalimantan Tengah.
“Seperti Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat serta beberapa daerah di bagian selatan sering melaporkan terjadi kekeringan akibat rendahnya curah hujan saat musim kemarau,” jelasnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan signifikan terkait krisis air bersih. Namun kondisi tersebut tetap menjadi perhatian serius untuk diantisipasi sejak dini.
Ia menekankan pentingnya upaya mitigasi, pencegahan, dan kesiapsiagaan yang terencana serta dimasukkan dalam program dan anggaran rutin masing-masing perangkat daerah.
“BPBD bukan aktor tunggal dalam pencegahan, tetapi berfungsi sebagai koordinator lintas sektor agar seluruh pihak dapat berperan aktif dalam penanganan bencana,” pungkasnya.
(Tbk)
Tidak ada komentar