KOTIM, MEDIASUARAKALTENG.ID – Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan sejumlah kegiatan rutin seperti penyerapan gabah petani dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap berjalan. Namun pada bulan Ramadhan tahun ini terdapat agenda tambahan, yakni penyaluran bantuan pangan tahun 2026 kepada masyarakat.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, mengatakan penyaluran bantuan tersebut akan segera dimulai dalam waktu dekat setelah ada surat perintah dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Untuk kegiatan rutinitas Bulog Kotim seperti penyerapan gabah dan SPHP tetap berjalan. Yang sedikit berbeda di bulan Ramadhan ini, insya Allah dalam waktu dekat kita akan mulai penyaluran bantuan pangan tahun 2026,” ujar Azwar Fuad, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Karena alokasi bantuan diperuntukkan bagi Februari dan Maret 2026, maka total yang diterima setiap keluarga adalah 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
“Alokasi bantuan itu sebenarnya untuk bulan Februari dan Maret 2026, tetapi kemungkinan besar akan mulai kita salurkan pada Maret ini. Mudah-mudahan penyaluran perdana bisa dilakukan sebelum Lebaran,” jelasnya.
Azwar menambahkan, jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Hal tersebut karena pemerintah memperluas kategori penerima berdasarkan desil tingkat kesejahteraan, dari sebelumnya hanya desil 1 dan 2, kini menjadi desil 1 hingga desil 5.

“Kalau tahun sebelumnya sekitar 20 ribuan kepala keluarga, sekarang menjadi 37.754 KK. Jadi hampir dua kali lipat penambahannya,” katanya.
Jenis bantuan yang disalurkan berupa beras medium dan minyak goreng merek Minyakita. Saat ini Bulog Kotim masih menunggu kedatangan pasokan minyak goreng dari produsen sebelum penyaluran dilakukan secara penuh.
“Kami masih dalam proses mendatangkan Minyakita dari produsen. Jika minyaknya sudah tersedia, maka bantuan bisa segera disalurkan,” tambahnya.
Meski demikian, Bulog Kotim berencana memulai penyaluran menggunakan stok yang telah tersedia sembari menunggu pasokan minyak goreng tiba.
Program bantuan pangan ini juga menjadi bagian dari stimulus ekonomi pemerintah dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026.
Selain itu, Azwar memastikan stok beras di gudang Bulog Kotim dalam kondisi aman. Saat ini tersedia hampir 6.500 ton beras, dan jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring penyerapan gabah dari sentra produksi.
“Stok beras kita sangat aman, hampir 6.500 ton dan akan terus bertambah karena penyerapan gabah dari petani masih berjalan. Persediaan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar sembilan bulan ke depan,” pungkasnya.
(Tbk)
Tidak ada komentar