KOTIM, MEDIASUARAKALTENG.ID – Dalam satu hari, Jumat (20/2/2026), terjadi dua tindak kejahatan perampokan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Dua peristiwa tersebut terjadi pada waktu dan lokasi berbeda, menyebabkan satu korban luka serius dan kerugian uang tunai jutaan rupiah.
Peristiwa pertama merupakan aksi percobaan perampokan yang terjadi di Perumahan Pandawa, Jalan Jenderal Sudirman Km 4,5 Jalur 7, Sampit, sekitar pukul 02.30 WIB.
Pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya diduga masuk ke dalam rumah seorang warga lanjut usia pada dini hari. Aksi tersebut dipergoki langsung oleh korban saat berada di dalam rumahnya.
Diduga panik karena kepergok, pelaku kemudian melakukan kekerasan dengan membacok korban pada bagian wajah. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius dan berlumuran darah.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD dr. Murjani untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Beberapa jam berselang, dugaan perampokan kembali terjadi, kali ini di sebuah agen BRILink Arza Jaya Grup yang berlokasi di Jalan H.M. Arsyad, tepat di depan Mentari Swalayan, Sampit, sekitar pukul 13.15 WIB.
Dalam kejadian tersebut, seorang admin perempuan yang sedang bertugas seorang diri diduga mendapat ancaman dari seorang pria tak dikenal. Pelaku kemudian membawa kabur uang tunai sebesar Rp9 juta dari lokasi usaha tersebut.
Aksi pelaku terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya beredar luas di media sosial, sehingga menarik perhatian warga. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat mendatangi lokasi dan berinteraksi dengan korban sebelum akhirnya membawa uang tunai.
Pemilik usaha BRILink, Ustadz Fahrul Raji saat dihubungi, mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.
“Insyaallah sudah kami laporkan,” ujarnya.
Menyikapi dua peristiwa tersebut, Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain, melalui Kasi Humas Polres Kotawaringin Timur, Edy Wiyoko, menyampaikan bahwa laporan sudah diterima pihak kepolisian.
“Laporan sudah diterima Polsek Ketapang. Saat ini anggota sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Polisi masih memburu pelaku dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan kedua kasus tersebut.
(Tbk)
Tidak ada komentar