KOTIM, MEDIASUARAKALTENG.ID – PT Rimba Makmur Utama (RMU) menyerahkan satu set alat musik tradisional kepada SMAS PGRI 2 Sampit yang berada di Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (29/1/2026).
Adapun alat musik tradisional yang diserahkan terdiri dari gong, gendang, kecapi, dan kangkanung. Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan PT RMU dalam pelestarian kebudayaan lokal, khususnya budaya Suku Dayak di wilayah Kecamatan Seranau.
Community Development Staf Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kelembagaan Adat PT RMU, Apriyadi, menjelaskan bahwa alat musik tradisional tersebut sebenarnya telah tersedia sejak tahun 2023.
Awalnya, alat musik itu disiapkan untuk mendukung kegiatan pelestarian budaya melalui karang taruna setempat.
“Namun karena karang taruna belum aktif, sementara pihak sekolah memiliki ketertarikan dan potensi dalam pengembangan seni budaya, maka PT RMU memutuskan untuk mendukung SMAS PGRI 2 Sampit,” ujarnya.
Penyerahan alat musik tradisional tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Zona Seranau PT RMU, Yohanes Taka, kepada Kepala SMAS PGRI 2 Sampit, H.M. Yardi.
Apriyadi menambahkan, SMAS PGRI 2 Sampit dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan seni dan budaya lokal, karena setiap tahun rutin mengikuti lomba tari dan musik tradisional, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Sementara itu, Kepala SMAS PGRI 2 Sampit, H.M. Yardi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT RMU atas dukungan yang diberikan.

“Dengan keterbatasan anggaran sekolah untuk pengadaan alat musik tradisional, bantuan dari PT RMU ini sangat membantu kami, khususnya dalam menunjang kegiatan ekstrakurikuler tari dan musik tradisional,” katanya.
Ia berharap, dukungan tersebut dapat memacu semangat para siswa untuk terus berprestasi dan melestarikan budaya daerah.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat dan mudah-mudahan dapat meningkatkan prestasi siswa,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Zona Seranau PT RMU, Yohanes Taka, menyampaikan bahwa bantuan alat musik tradisional ini bertujuan sebagai sarana pendidikan berbasis kearifan lokal.
“Kami ingin mendorong sekolah agar dapat mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam kegiatan pendidikan, sehingga budaya Dayak tetap lestari di kalangan generasi muda,” pungkasnya.
(Tbk)
Tidak ada komentar