KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan di perairan Teluk Sampit dan Kuala Pembuang diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan tinggi gelombang yang dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Berdasarkan prakiraan cuaca maritim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar, kondisi tersebut berpotensi terjadi pada 4–6 Maret 2026, terutama pada malam hingga dini hari.
Gelombang tinggi dipicu oleh kombinasi angin yang bertiup dari arah timur hingga tenggara serta peningkatan kecepatan angin sesaat.
Pada siang hari, tinggi gelombang masih berada di kisaran 0,5–1,25 meter. Namun memasuki malam hingga menjelang pagi, gelombang meningkat signifikan dan berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.
“Gelombang paling signifikan terjadi pada malam hari. Ini perlu diantisipasi, terutama oleh nelayan tradisional dan kapal kecil,” jelas BMKG dalam rilis resminya.
Untuk perairan Kuala Pembuang, kondisi diperberat dengan arus laut yang relatif lebih kuat, tercatat mencapai lebih dari 100 sentimeter per detik. Kecepatan angin rata-rata berkisar antara 8–17 knot, dengan hembusan kencang (gust) yang dapat menyentuh lebih dari 30 knot.
Selain gelombang tinggi, cuaca di kedua wilayah perairan didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. Suhu udara berkisar 26–30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.
BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal agar mempertimbangkan untuk menunda pelayaran pada malam hari, memastikan kelengkapan alat keselamatan, serta rutin memantau pembaruan informasi cuaca sebelum melaut.
“Prakiraan ini diharapkan menjadi perhatian serius, kewaspadaan perlu ditingkatkan. Gelombang setinggi 2,5 meter cukup berisiko bagi kapal kecil,” tulis BMKG.
(Tbk)
Tidak ada komentar