Ekskul Seni Tari dan Musik Tradisional Khas Suku Dayak di SMAS PGRI 2 Sampit Kembali Aktif

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Jan 2026 03:50 99 Redaksi Kalteng

KOTIM, MEDIASUARAKALTENG.ID – SMAS PGRI 2 Sampit yang berada di Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga serius dalam mengembangkan bakat dan minat siswa, salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) seni tari dan musik tradisional.

Kepala SMAS PGRI 2 Sampit, H.M. Yardi, mengatakan bahwa ekskul seni tari dan musik tradisional khas suku Dayak merupakan salah satu kegiatan yang paling diminati oleh para siswa.

“Di SMAS PGRI 2 Sampit, tidak hanya akademik yang menjadi fokus utama, tetapi juga pengembangan bakat dan minat siswa. Salah satunya melalui ekskul seni tari dan musik tradisional khas suku Dayak yang sangat diminati oleh siswa kami,” ujarnya, Jum’at (30/1/2026).

Namun demikian, kegiatan ekskul tersebut sempat terkendala akibat keterbatasan anggaran sekolah untuk pengadaan alat musik tradisional.

Kendala tersebut akhirnya dapat teratasi berkat dukungan dari PT Rimba Makmur Utama (RMU), yang memberikan bantuan seperangkat alat musik tradisional.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT RMU atas dukungan dan bantuan alat musik tradisional ini. Dengan keterbatasan anggaran sekolah, bantuan ini sangat membantu kami,” ungkap Yardi.

Ia menjelaskan, SMAS PGRI 2 Sampit kerap mengikuti berbagai lomba seni tari kreasi dan musik tradisional, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Oleh karena itu, keberadaan alat musik tradisional sangat dibutuhkan untuk menunjang proses latihan dan pembelajaran siswa.

“Dukungan dari PT RMU ini sangat bermanfaat untuk mendukung proses pembelajaran ekskul, khususnya tari dan musik tradisional. Mudah-mudahan bantuan ini dapat memacu semangat siswa untuk terus berprestasi,” tambahnya.

Dengan adanya bantuan tersebut, pihak sekolah berencana kembali mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler seni tari dan musik tradisional yang akan dimulai pada Selasa mendatang.

“Kegiatan ekstrakurikuler seni tari dan musik tradisional akan langsung kami mulai pada hari Selasa pekan depan ini,” tukas Yardi.

Sementara itu, Kepala Zona Seranau PT RMU, Yohanes Taka, berharap penyerahan bantuan alat musik tradisional khas Kalimantan Tengah ini dapat mengangkat kembali nilai-nilai budaya masyarakat Dayak.

“Besar harapan kami, dengan diserahkannya alat musik tradisional khas Kalteng ini, nilai-nilai budaya masyarakat Dayak Kalimantan Tengah dapat kembali diangkat dan dilestarikan,” ujarnya.

“Dukungan PT RMU di bidang ekstrakurikuler sekolah diharapkan menjadi sarana penting untuk mencetak siswa yang seimbang secara akademik, mental, dan sosial,” pungkas Taka.
(Tbk)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA