FGD Validasi Riset dan Pemetaan Kebutuhan Masyarakat Gunung Mas Dorong Pembangunan Berkelanjutan

waktu baca 2 menit
Jumat, 1 Mei 2026 12:41 6 Redaksi Kalteng

GUNUNG MAS, MEDIASUARAKALTENG.ID – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menggelar Focus Group Discussion (FGD) Validasi Hasil Riset dan Pemetaan Kebutuhan Masyarakat, Kamis (30/4/2026), di Aula Hotel Insevas, Kecamatan Kurun.

Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Penggunaan Lahan dan Pemberdayaan Sosial untuk Pembangunan Berkelanjutan.”

FGD yang berlangsung mulai pukul 09.45 hingga 12.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Gunung Mas, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas, dua narasumber yakni Dr. Baris Haristanto, M.Si dan Muhajir Fajar Ahmad, S.H, serta sekitar 20 tamu undangan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Gunung Mas menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam memvalidasi hasil riset sekaligus mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat di daerah tersebut.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan serta pemberdayaan sosial guna mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Melalui FGD ini diharapkan dapat dirumuskan rekomendasi yang aplikatif dan tepat sasaran, khususnya dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di sektor pertanian dan perkebunan sehingga mampu berdaya saing serta berkontribusi terhadap perekonomian daerah,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menyampaikan hasil riset terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Gunung Mas, termasuk potensi sektor pertanian dan perkebunan yang dinilai masih dapat dikembangkan secara optimal.

Selain itu, diidentifikasi sejumlah permasalahan yang dihadapi masyarakat, seperti keterbatasan akses terhadap lahan, permodalan, teknologi pertanian, hingga pemasaran hasil produksi.

Narasumber juga memaparkan strategi optimalisasi penggunaan lahan secara berkelanjutan melalui pola tanam yang tepat, pemanfaatan lahan produktif, serta penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan.

Upaya pemberdayaan masyarakat turut menjadi fokus pembahasan, antara lain melalui peningkatan kapasitas petani, pelatihan keterampilan, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta dukungan terhadap UMKM berbasis hasil pertanian dan perkebunan.

Tak hanya itu, FGD ini juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat guna menciptakan ekosistem pertanian yang berdaya saing dan berorientasi ekspor.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gunung Mas.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung aman dan lancar. FGD ini dinilai sebagai langkah positif dalam menyelaraskan data hasil riset dengan kondisi riil di lapangan, khususnya terkait kebutuhan masyarakat di sektor pertanian dan perkebunan.
(BHL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA