HPN 2026 Jadi Momen Refleksi Perkuat Solidaritas dan Komitmen Pers Profesional

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Feb 2026 09:04 44 Redaksi Kalteng

KOTIM, MEDIASUARAKALTENG.ID – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum refleksi bagi insan pers untuk terus memperkuat solidaritas serta meneguhkan komitmen profesionalisme dan integritas di tengah tantangan era digital.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Kalimantan Tengah MediaTNI-Polri, Media Nusantara Raya, Media Suara Indonesia, dan Media Suara Kalteng, Supriyadi Ellyyas, Senin (9/2/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Yadi Kijang ini, tantangan profesi wartawan saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi. Namun demikian, komitmen insan pers dalam menyajikan informasi yang profesional, independen, dan bertanggung jawab harus tetap terjaga.

“Komitmen kita tetap menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pers yang kredibel merupakan salah satu pilar utama demokrasi yang harus terus dijaga dan diperkuat. Untuk itu, ia mengajak seluruh wartawan agar terus meningkatkan kompetensi serta mempererat solidaritas di antara sesama insan pers.

“Terima kasih atas dedikasi seluruh rekan-rekan wartawan. Mari teruskan perjuangan pers Indonesia yang profesional, berintegritas, dan bermartabat,” tambahnya.

Yadi Kijang juga menilai kebebasan pers merupakan pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, kebebasan tersebut harus diiringi dengan rasa tanggung jawab yang tinggi.

“Manfaatkan ruang publik untuk menyebarluaskan pesan-pesan yang mencerahkan, mengedukasi, serta memperkuat solidaritas sosial,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga idealisme jurnalistik, independensi, serta netralitas media massa agar tidak terpengaruh oleh kepentingan politik maupun ekonomi.

“Semua media harus tetap independen dan tidak dipengaruhi kepentingan tertentu agar mampu menjaga netralitas,” jelasnya.

Ia berharap insan pers di seluruh Indonesia dapat terus menjunjung tinggi etika serta kode etik jurnalistik dalam setiap peliputan di lapangan.
(Tbk)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA