KOTIM, MEDIASUARAKALTENG.ID – Personel BKSDA Resort Sampit melaksanakan kegiatan serah terima sekaligus pelepasliaran satu ekor anak trenggiling pada Kamis (12/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 17.10 WIB.
Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, menyampaikan bahwa trenggiling yang dilepasliarkan berjenis kelamin betina dengan berat sekitar 1,5 kilogram.
“Personel Pos Sampit melakukan giat serah terima sekaligus pelepasliaran satu ekor trenggiling dengan berat kurang lebih 1,5 kilogram, jenis kelamin betina,” ujar Muriansyah, Jumat (13/2/2026).
Sebelumnya, pada Rabu siang (11/2/2026), personel Pos Sampit menerima laporan melalui telepon dari staf PT Rimba Makmur Utama (RMU), Sulaiman, yang bertugas di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut. Laporan tersebut terkait penemuan seekor anak trenggiling oleh warga Desa Hantipan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Satwa dilindungi tersebut ditemukan oleh seorang warga bernama Ehen saat sedang membersihkan kebun kelapa sawit. Setelah menerima laporan, petugas meminta agar trenggiling tersebut dibawa ke Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, untuk diamankan.
Selanjutnya, trenggiling diamankan oleh anggota Babinsa Supriadi dan dibawa ke Samuda. Setibanya di Samuda, satwa tersebut diserahkan kepada Sulaiman untuk diamankan sementara.

Pada Rabu malam, petugas Pos Sampit melakukan koordinasi dengan Sulaiman serta Kepala Seksi sekaligus PLT Manajer Biodiversity PT RMU, Ahmad Kasful Anwar. Hasil koordinasi memutuskan bahwa trenggiling tersebut akan dilepasliarkan di areal PT RMU yang dinilai masih memiliki habitat sesuai.
Keesokan harinya, Kamis (12/2/2026), dilakukan kegiatan serah terima di Samuda dan trenggiling tersebut langsung dilepasliarkan di wilayah konsesi Restorasi Ekosistem PT RMU.
Sementara itu, Ahmad Sulaiman Staf Pemberdayaan Masyarakat PT RMU menyampaikan apresiasinya terhadap respons cepat BKSDA Resort Sampit.
“BKSDA Resort Sampit selalu bergerak cepat dan tanggap apabila menerima laporan terkait satwa liar serta segera memberikan solusi,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat terkait dalam menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi serta mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa di wilayah Kotawaringin Timur.
(Tbk)
Tidak ada komentar