Sampit, MediaSuarakalteng.id – Pergerakan masyarakat gerakan cegah Stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur dihadiri Pj Sekda Umar Kaderi, ketua TP PKK Kabupaten Ny Hj Hairiyah, yang mewakili camat Baamang, Kapolsek Baamang, serta seluruh lurah yang ada di kecamatan Baamang, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Puskesmas Bamang 1 jalan Kapuas, kecamatan Baamang, kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng)
Kalau kita hanya beretorika tanpa aksi nyata terkait makanan bergizi maka itu rasanya tidak mungkin terjadi, kita melakukan aksi desa siaga stunting dengan pemberian makanan tiap hari melibatkan PKK desa.
“Sedangkan sumber pendanaan dari dana desa, Puskesmas, CS perusahan, yang dalam dua bulan sekali kita ukur Alhamdulillah tidak ada stunting,”terangnya
Secara garis besar Stunting adalah kurang makan kurang gizi, bila makanannya bergizi Insya Allah tidak ada Stunting.

Perlu juga edukasi kepada masyarakat sehingga kita harap nakes-nakes yang tersebar di kecamatan bisa melakukan gerakan pencegahan Stunting ini.
Oleh karena itu diharapkan komunikasi dan koordinasi kita bersama dalam mencegah Stunting ini. Kami juga memberikan motivasi kepada kader Posyandu dan keluarga untuk semakin berperan aktif dalam memastikan asupan gizi anak-anak kita.
Di Puskesmas juga integrasi layanan primer dimana peran kawan-kawan di desa dan kader Posyandu setempat sekarang bisa mendata semua warganya dan memetakan resiko kesehatan yang ada di lapangan.
“Hari ini Dinas Kesehatan melaksanakan salah satu kegiatan yaitu pergerakan masyarakat terkait dengan pencegahan stunting, kegiatan ini sering dilakukan Dinas Kesehatan di kecamatan-kecamatan,”ucap Umar Kaderi rabu (22/4/2026)
Kegiatan Ini adalah salah satu edukasi kolaborasi kita antara Dinas Kesehatan dan stakeholder terkait.

” Kita harapkan dengan edukasi ini teman-teman keseharian memberikan penyuluhan terkait pencegahan stunting, karena stunting ini dimulai dari kandungan,”tandasnya
Asupan gizi ibu hamil harus normal dan seimbang sehingga bisa melahirkan bayi-bayi yang sehat.
“Kita juga mengharapkan dengan pemberian makanan tambahan oleh teman-teman bisa mengurangi angka stunting di Kotim yang 21,6 % sekarang,”ucapnya
Sampai saat ini masih ada masyarakat yang tidak memahami pentingnya pencegahan stunting ditambah kondisi ekonomi yang kurang bagus sehingga menjadi kendala di lapangan.
(Ariyanto)
Tidak ada komentar