KATINGAN, MEDIATNI-POLRI.ID – Sarana transportasi sungai gratis menggunakan perahu klotok bagi pelajar terus didorong khususnya di wilayah Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Inisiatif ini dinilai menjadi solusi penting bagi daerah yang memiliki keterbatasan akses darat, khususnya bagi siswa yang harus menyeberangi sungai setiap hari untuk bersekolah.
Kepala Desa Kampung Melayu, Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, Markasi, mengatakan bahwa penyediaan transportasi sungai gratis merupakan langkah nyata untuk meningkatkan keselamatan pelajar sekaligus meringankan beban biaya orang tua siswa.
“Upaya ini kami lakukan untuk menjaga keselamatan siswa yang harus menyeberang sungai menuju sekolah, sekaligus membantu meringankan biaya transportasi bagi orang tua siswa,” ujar Markasi, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut terlaksana berkat dukungan pihak ketiga melalui kegiatan perjanjian kesepakatan kerja sama (PKK) dengan PT Rimba Makmur Utama (RMU), dimana pihaknya memfokuskan pada pelayanan masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan.
“Kami sepenuhnya dibantu oleh PT Rimba Makmur Utama (RMU), melalui program PKK sehingga Pemdes Kampung Melayu selaku pengelola bisa menyediakan klotok gratis bagi siswa sekolah. Kami sangat berterima kasih atas dukungan ini, semua warga desa yang memilki anak yang bersekolah sangat merasakan manfaatnya,” tambahnya.
“Berkat bantuan PT RMU para pelajar kini dapat menyeberangi sungai setiap hari menggunakan perahu klotok tanpa dipungut biaya,” tandasnya.
Pengelolaan transportasi ini dilakukan oleh pemerintah desa setempat sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.
Kehadiran transportasi gratis ini menjadi perhatian penting, mengingat tingginya risiko keselamatan yang dihadapi pelajar, terutama saat kondisi cuaca buruk atau arus sungai yang deras.
Sebelumnya, banyak siswa bergantung pada perahu warga untuk menyeberang, yang tidak selalu memenuhi standar keselamatan.
Masyarakat Kabupaten Katingan sendiri telah lama mengharapkan adanya transportasi khusus bagi pelajar di wilayah perairan.

Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dengan kondisi geografis serupa.
Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan para siswa dapat berangkat dan pulang sekolah dengan lebih aman, nyaman, dan tanpa kekhawatiran, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.
Kepala Zona Mendawai PT Rimba Makmur Utama, I Gede Widayana Sukarsa Danu, menyampaikan bahwa dukungan terhadap program transportasi sungai gratis merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan pengelolaan sumber daya alam tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial serta manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Bagi kami, keberadaan perusahaan harus selaras dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Akses pendidikan yang aman merupakan hal mendasar, terutama di wilayah yang masih bergantung pada jalur sungai,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut tidak sekadar menyediakan sarana transportasi, tetapi juga bertujuan memastikan anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan aman, sekaligus meringankan beban biaya yang ditanggung orang tua.
“Program ini bukan hanya tentang transportasi, tetapi tentang keselamatan dan keberlanjutan pendidikan anak-anak,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi melalui skema PKK (Penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama) menjadi pendekatan penting agar program dapat tepat sasaran, dikelola langsung oleh pemerintah desa, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami percaya, ketika desa diberi ruang untuk mengelola, program akan lebih sesuai dengan kondisi di tingkat lapangan. Harapannya, inisiatif seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain dengan kondisi serupa,” tutupnya.
(Tbk)
Tidak ada komentar