Tokoh Pemuda Kalteng: Serangan ke Gubernur Agustiar Sabran hanya Desain Politik untuk Pembunuhan Karakter

waktu baca 2 menit
Rabu, 2 Sep 2026 17:10 35 Redaksi Kalteng

PALANGKA RAYA, MEDIA SUARAKALTENG.ID — Sekretaris Umum Gerakan Dayak Kalimantan Tengah (Gerdayak) Ahmada Dahlan menilai isu negatif yang beredar terkait Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran merupakan desain politik untuk melakukan pembunuhan karakter semata.

Menurutnya, di tengah dinamika politik daerah saat ini, perhatian pemerintah provinsi seharusnya tetap fokus pada persoalan riil masyarakat.

“Di tengah dinamika politik daerah, fokus utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran tetap teguh pada pelayanan rakyat,” ujar Ahmada kepada wartawan di Palangka Raya, Rabu (2/9/2026).

Ia menyebut sejumlah isu strategis seperti penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan menjadi prioritas yang sedang dikerjakan secara nyata di lapangan.

Ahmada menilai upaya penggiringan opini ke ranah domestik dan kehidupan pribadi Gubernur adalah bentuk pengalihan isu yang tidak produktif bagi pembangunan daerah.

“Pemimpin daerah harus dinilai dari efektivitas kebijakannya, bukan dari rumor media sosial yang tidak terverifikasi,” tegasnya.

Ahmada juga mengapresiasi sikap Gubernur Agustiar Sabran yang dinilainya menunjukkan kedewasaan politik.

Gubernur, kata dia, meminta publik tidak membesar-besarkan polemik di media sosial, melainkan menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi internal pemerintah.

“Kritik masyarakat didengar dengan lapang dada, dan pemerintah daerah langsung bergerak cepat memperkuat sinergi dengan TNI-Polri untuk menangani kabut asap melalui pembentukan posko kesehatan dan Media Center,” jelasnya.

Menurutnya, langkah tanggap tersebut membuktikan roda pemerintahan tetap berjalan solid demi kepentingan Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut, Ahmada menyayangkan adanya upaya Character Assassination yang memanfaatkan rumor masa lalu yang belum terbukti kebenarannya untuk mendiskreditkan institusi kepemimpinan daerah.

Ia mengimbau masyarakat Kalimantan Tengah agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi viral di media sosial yang disebarkan tanpa konfirmasi resmi dari pihak terkait.

“Politik daerah yang sehat seharusnya diisi oleh adu gagasan pembangunan, bukan dengan mengeksploitasi kehidupan privat demi menjatuhkan legitimasi politik seorang kepala daerah yang dipilih secara sah oleh rakyat,” pungkasnya.
(Cath)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA