Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Ratusan Penumpang Masih dalam Pencarian

waktu baca 3 menit
Minggu, 13 Sep 2026 12:46 79 Redaksi Kalteng

BANJARMASIN, MEDIASUARAKALTENG.ID – Kapal Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dipastikan mengalami kecelakaan dan terbalik di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut membawa 243 orang.

Hingga pukul 15.00 WITA, sebanyak 113 orang telah dievakuasi, terdiri dari 107 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara ratusan penumpang dan awak kapal lainnya masih dalam proses pencarian dan evakuasi.

Informasi mengenai hilang kontaknya kapal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin pada Minggu sekitar pukul 04.10 WITA dari Yoel Rihi selaku General Manager PT Virgo.

Kapal dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA setelah menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin.

Posisi terakhir kapal berada di perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan satu regu penyelamat yang terdiri dari enam personel menuju Dermaga SAR Basirih sekitar pukul 04.30 WITA.

Tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju perkiraan lokasi terakhir kapal menggunakan KN SAR Laksmana 241 dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima hingga enam jam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan proses pencarian dan pertolongan dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur.

“Mengingat jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak, kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak kapal,” ujar I Putu Sudayana.

Dalam proses evakuasi, sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian turut memberikan pertolongan.

Rinciannya, TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang, TB TCP sebanyak enam orang, MV Haida sebanyak 69 orang, dan KM Cahaya Bahari Jaya sebanyak 22 orang.

Dari total 113 orang yang telah dievakuasi tersebut, 107 orang dinyatakan selamat dan enam orang meninggal dunia.

TB Mauhaw IX selanjutnya direncanakan menuju Pelabuhan Tuban, Jawa Timur. Sementara TB TCP dan MV Haida diarahkan menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii mengatakan, KM Virgo terkonfirmasi tenggelam setelah sebelumnya mengalami kondisi darurat akibat cuaca buruk.

Syafii menjelaskan, sebelum kondisi kapal memburuk, awak kapal telah melaporkan kepada perusahaan bahwa kapal menghadapi cuaca yang tidak bersahabat.

“Pada saat kapal mengalami kondisi menghadapi cuaca buruk, dari awak kapal sudah menyampaikan kepada perusahaan bahwa kapal mengalami atau menghadapi cuaca yang tidak baik,” kata Syafii dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu sore.

Beberapa jam kemudian, kondisi kapal mengalami perubahan center of gravity yang menyebabkan kapal mengalami kemiringan. Awak kapal kemudian mengirimkan broadcast untuk meminta bantuan dan mengaktifkan perangkat darurat EPIRB (Emergency Position-Indicating Radio Beacon).

Basarnas Command Center setelah menerima laporan tersebut kemudian mendeklarasikan kondisi kedaruratan kepada seluruh pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa agar turut memberikan bantuan kepada kapal yang mengalami keadaan darurat.

Operasi pencarian dan pertolongan pun digelar dengan melibatkan berbagai unsur.

Syafii meminta dukungan dan doa masyarakat agar seluruh proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan lancar.

“Mohon dukungan teman-teman media, mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia mudah-mudahan operasi ini bisa kita laksanakan dengan baik dan bisa mengevakuasi seluruh korban,” ujarnya.

(Tbk)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA