Bupati Halikinnor Pantau Penanganan Karhutla, Dorong Penambahan Sumur Bor di Lokasi Rawan

waktu baca 2 menit
Jumat, 25 Sep 2026 14:09 33 Catherine Mentaya Kursius

KOTIM, MEDIASUARAKALTENG.ID – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor, S.H., M.M. mengunjungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Jumat (25/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus kondisi hotspot di wilayah Kotim.

Dalam kunjungannya, Halikinnor menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla.

Penanganan tidak hanya sebatas pemadaman api, tetapi juga mencakup pemantauan hotspot, pendinginan lokasi bekas kebakaran hingga penanganan pascakebakaran.

DLH Kotim memiliki peran dalam memantau kondisi lingkungan dan lokasi yang sebelumnya terbakar, termasuk mendukung proses pendinginan serta upaya pemulihan lahan.

Sementara BPBD terus memperkuat penanganan kebakaran di lapangan dan koordinasi dengan berbagai pihak ketika ditemukan titik api.

Halikinnor menjelaskan, proses pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla.

Sebab, titik api yang sudah tidak terlihat secara kasatmata masih berpotensi menyimpan panas di dalam tanah.

“Pendinginan ini penting karena ada titik yang secara kasatmata tidak terlihat asap, tetapi di dalamnya masih menyimpan panas dan sewaktu-waktu bisa kembali mengeluarkan asap,” ujar Halikinnor.

Selain persoalan titik api, keterbatasan sumber air juga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Kotim mendorong penyediaan sumur bor di sejumlah lahan kosong, khususnya kawasan perkotaan yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

Menurut Halikinnor, keberadaan sumber air yang berada dekat dengan lokasi rawan kebakaran dapat membantu petugas mempercepat proses pemadaman maupun pendinginan apabila terjadi karhutla.

“Dengan adanya sumber air di lokasi-lokasi rawan, penanganan kebakaran bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kebakaran yang tidak dapat ditangani secara mandiri.

“Kalau melihat ada yang sengaja membakar, tolong laporkan kepada pihak berwajib. Pembakaran seperti itu dapat melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup,” tegasnya.

Sementara terkait kondisi kualitas udara akibat kabut asap, Halikinnor mengatakan kebijakan mengenai aktivitas sekolah akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan.

Menurutnya, aspek kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama.

Penanganan karhutla, lanjutnya, membutuhkan dukungan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, perangkat daerah, relawan hingga masyarakat.

Sinergi tersebut diperlukan dalam setiap tahapan, mulai dari pencegahan, pemantauan hotspot, pemadaman, pendinginan hingga penanganan pascakebakaran.

Pemkab Kotim juga terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar setiap titik api dapat ditangani dengan cepat.

Upaya pencegahan juga terus didorong, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki banyak lahan kosong dan berpotensi menjadi lokasi terjadinya kebakaran.

(Tbk)

Catherine Mentaya Kursius

Bachelor of Mathematics Education

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA