
KOTIM, MEDIASUARAKALTENG.ID – Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit bersama tim dari Kumai melakukan pemantauan terhadap laporan kemunculan orangutan di dua lokasi berbeda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Minggu (4/10/2026).
Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat terkait kemunculan orangutan di wilayah perkebunan warga.
Pemantauan pertama dilakukan di kebun karet milik warga di Desa Kotabesi Hulu, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotim.
Lokasi tersebut sebelumnya dilaporkan oleh warga bernama Adut pada Sabtu (3/10/2026) terkait kemunculan satu individu orangutan yang diduga berjenis kelamin jantan.
Petugas Pos Sampit bersama tim dari Kumai, di antaranya Haru dan Yogi, serta seorang wartawan media televisi, melakukan observasi dan pencarian di sekitar lokasi.
Di lokasi, petugas bertemu dengan pemilik lahan, Wahyu. Berdasarkan keterangannya, orangutan memang terlihat di kawasan tersebut pada sore hari sebelumnya. Namun, setelah dilakukan pencarian, orangutan tidak ditemukan.

Petugas kemudian memberikan edukasi kepada warga mengenai perilaku orangutan serta meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila satwa kembali muncul.
“Dari hasil pemantauan, di sekitar lokasi juga telah terjadi kebakaran lahan dan hingga saat kegiatan berlangsung masih ditemukan adanya kebakaran,” kata Muriansyah.
Selain itu, petugas menemukan dua sarang orangutan kelas A dan empat sarang kelas D di sekitar kawasan tersebut.
Karena waktu masih memungkinkan, tim kemudian melanjutkan pemantauan ke lokasi kedua yang sebelumnya juga dilaporkan sebagai tempat kemunculan orangutan.
Lokasi tersebut berada di kebun karet milik warga bernama Rey, kawasan Jalan Soekarno/Jalan Lingkar Utara, masuk Gang Mustika, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim.
Setibanya di lokasi, petugas bertemu dengan pemilik lahan di sebuah pondok. Pencarian kemudian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua, yakni menyisir sisi kiri dan kanan kebun.

Hasilnya, orangutan belum berhasil ditemukan. Namun, petugas menemukan jejak yang diduga merupakan jejak orangutan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, keberadaan orangutan di lokasi tersebut sementara diduga melibatkan tiga individu, yakni satu jantan, satu induk dan satu anakan.
Petugas juga mengimbau pemilik lahan maupun masyarakat sekitar agar segera menghubungi BKSDA apabila kembali melihat kemunculan orangutan.
“Diduga kuat orangutan akan kembali ke lokasi tersebut karena terdapat tanaman nanas yang menjadi salah satu sumber pakan,” jelas Muriansyah.
BKSDA mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa dilindungi tersebut apabila orangutan kembali muncul.
Masyarakat diminta menjaga jarak dan segera melaporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan aman.
(Tbk)
Tidak ada komentar