Forkopimda dan Pertamina Pastikan Stok BBM di Kalteng Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

waktu baca 3 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 02:16 4 Redaksi Kalteng

PALANGKA RAYA, MEDIASUARAKALTENG.ID – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Tengah bersama PT Pertamina Patra Niaga menggelar free rilis terkait kondisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah, Jumat (8/5/2026) sore di Istana Isen Mulang, Palangka Raya.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Kapolda Kalteng, perwakilan Kejati Kalteng, Kabinda Kalteng, Asintel Kodam XXII/TB, Dandenintel XXII/TB, perwakilan Pertamina Patra Niaga, serta sekitar 60 awak media.

Dalam keterangannya, Gubernur Kalimantan Tengah menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi guna menjaga stabilitas distribusi BBM dan menghindari kepanikan masyarakat.

“Kami ingin Kalteng tetap tenang dan damai, jangan sampai terjadi antrean panjang di setiap SPBU. Semua sudah kami antisipasi dan kelangkaan hanya terjadi di Kota Palangka Raya,” ujarnya.

Gubernur juga meminta para kepala daerah di kabupaten dan kota agar tidak menyampaikan pernyataan yang dapat memicu keresahan masyarakat.

Menurutnya, Pemprov Kalteng bersama Pertamina telah mengambil langkah konkret berupa penambahan pasokan BBM serta penambahan jam operasional SPBU.

Sementara itu, Kapolda Kalteng menegaskan pihak kepolisian akan melakukan pengawasan ketat terhadap potensi penimbunan BBM oleh oknum tertentu.

“Kami pastikan tidak ada pihak yang menimbun BBM. Jika ditemukan pelanggaran, akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Saat ini juga ada beberapa kasus yang sedang kami tangani,” tegasnya.

Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tidak panik karena stok BBM dipastikan masih tersedia dan distribusi berjalan normal.

Pangdam XXII/TB turut meminta media massa membantu memberikan informasi yang positif kepada masyarakat agar tidak terjadi panic buying.

“Kami berharap media dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa pemerintah sudah mengambil langkah cepat dan stok BBM dalam kondisi cukup,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah awak media meminta keterbukaan informasi dari Pertamina terkait kondisi stok BBM, gangguan mesin di beberapa SPBU, hingga upaya mengurai antrean kendaraan.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa antrean yang terjadi dipicu meningkatnya pembelian BBM oleh masyarakat secara berlebihan.

“Untuk BBM jenis Pertamax dilakukan penambahan suplai sekitar 10 hingga 15 persen, sedangkan Pertalite relatif aman. Stok saat ini diperkirakan mampu bertahan 6 sampai 7 hari ke depan bahkan hingga 10 hari,” jelasnya.

Pertamina juga menegaskan tidak memiliki kewenangan menaikkan harga BBM karena hanya bertindak sebagai operator distribusi.

Selain itu, Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM secukupnya di SPBU resmi dan tidak membeli dari pengecer.

Sebagai langkah penanganan, Pertamina memastikan adanya penambahan distribusi BBM ke seluruh SPBU di Kalimantan Tengah serta penambahan jam operasional hingga situasi kembali normal.

Kegiatan free rilis berakhir pukul 16.40 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Berdasarkan hasil pemantauan, antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU di Kalimantan Tengah dipicu kepanikan masyarakat terhadap isu ketersediaan BBM.

Namun demikian, Pertamina memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa hari ke depan.
(BHL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA