Teringgiling Ditemukan di Parit, Warga Ketapang Serahkan ke BKSDA Sampit

waktu baca 2 menit
Senin, 5 Okt 2026 04:43 23 Catherine Mentaya Kursius

KOTIM, MEDIASUARAKALTENG.ID – Seekor teringgiling dengan berat sekitar 4 kilogram ditemukan warga di sekitar parit di Jalan H. Imran, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (4/10/2026) sore.

Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan teringgiling tersebut ditemukan dalam kondisi selamat dan tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya.

“Pada Minggu sekitar pukul 18.40 WIB, petugas Pos BKSDA Sampit menerima penyerahan satu ekor teringgiling dengan berat sekitar 4 kilogram. Kondisinya tidak ditemukan luka bakar ataupun luka lainnya,” kata Muriansyah, Senin (5/10/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima, teringgiling tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 15.00 WIB di depan Puskesmas Ketapang II, Jalan H. Imran, Kecamatan MB Ketapang.

Mengetahui satwa tersebut merupakan satwa liar yang dilindungi, warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar). Teringgiling selanjutnya diamankan oleh Febri, Kepala Regu Damkar, dan dibawa ke Mako Damkar.

Setelah itu, Febri menghubungi Hari bersama rekan-rekan aktivis lingkungan Sampit untuk membantu penanganan satwa tersebut.

Teringgiling kemudian diserahkan kepada Hari dan rekan-rekannya untuk selanjutnya diteruskan kepada petugas BKSDA Resort Sampit.

Pada malam harinya, setelah menyelesaikan kegiatan observasi di dua lokasi kemunculan orangutan, petugas BKSDA Pos Sampit menerima penyerahan teringgiling tersebut sekitar pukul 18.40 WIB.

Petugas kemudian melaporkan keberadaan dan kondisi teringgiling tersebut kepada pimpinan BKSDA di Pangkalan Bun.

Muriansyah menyampaikan, teringgiling tersebut direncanakan dilepasliarkan pada Senin pagi di kawasan Kebun Raya Sampit.

Proses pelepasliaran akan dibantu oleh Hadi, aktivis lingkungan Sampit sekaligus penjaga Kebun Raya Sampit dan staf Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur.

Penanganan tersebut dilakukan untuk memastikan satwa liar yang ditemukan masyarakat dapat dikembalikan ke habitat yang sesuai dan tetap dalam kondisi aman.

BKSDA juga mengapresiasi kepedulian warga, petugas Damkar, serta para aktivis lingkungan yang telah membantu mengamankan dan menyerahkan teringgiling tersebut kepada pihak berwenang.
(Tbk)

Catherine Mentaya Kursius

Bachelor of Mathematics Education

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA