Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Tangar dan Tumbang Kaminting

waktu baca 2 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 12:00 40 Catherine Mentaya Kursius

KOTIM, MEDIASUARAKALTENG.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polsek Mentaya Hulu, Polres Kotawaringin Timur (Kotim), terus dilakukan.

Tim gabungan kembali berjibaku memadamkan titik api (firespot) di Desa Tangar dan Desa Tumbang Kaminting, Kecamatan Mentaya Hulu, Jumat (18/9/2026) siang.

Petugas menghadapi medan yang cukup sulit, terutama di lokasi kebakaran yang sebagian merupakan lahan kering dan rawa gambut. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan peralatan serta strategi khusus.

Di Desa Tumbang Kaminting, proses pemadaman dilakukan menggunakan truk tangki, traktor pengangkut air, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya. Petugas berupaya memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Sementara itu, penanganan karhutla di Desa Tangar dilakukan menggunakan mesin pompa Alkon dan peralatan pemadam lainnya.

Mobil tangki tidak dapat menjangkau lokasi karena sebagian besar lahan terbakar merupakan kawasan rawa gambut yang luas, sementara akses jalan darat menuju lokasi masih terbatas. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya petugas.

Dengan menggunakan peralatan portabel, personel tetap masuk ke lokasi untuk melakukan pemadaman hingga ke bagian bawah lahan guna mencegah api kembali muncul.

Selain melakukan pemadaman, tim gabungan juga melaksanakan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi karhutla.

Petugas sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta larangan membakar hutan dan lahan.

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra W., S.H., S.I.K., M.M. melalui Kapolsek Mentaya Hulu IPDA Singgih Teguh Prasetyo, S.E., menegaskan bahwa kondisi medan yang sulit tidak menjadi alasan bagi petugas untuk menghentikan penanganan karhutla.

“Tim tetap semangat. Medan sulit bukan alasan. Kita padamkan, kita patroli wilayah rawan, dan kita edukasi warga agar tidak ada lagi yang membakar lahan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kebakaran di kawasan gambut dapat menimbulkan asap yang menyebar ke wilayah lain sehingga berpotensi mengganggu masyarakat.

“Gambut ini kalau sudah terbakar, asapnya ke mana-mana. Kita jaga Kotim bersama,” pungkasnya.

(Cath)

Catherine Mentaya Kursius

Bachelor of Mathematics Education

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA