
BARSEL, MEDIASUARAKALTENG.ID – Kapolres Barito Selatan (Barsel) AKBP Eko Mardianto, S.I.K., M.H., menghadiri Rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) serta koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kekeringan ekstrem tahun 2026 di Kabupaten Barito Selatan.
Rapat tersebut berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Selatan, Jalan Pelita Raya, Buntok, Kecamatan Dusun Selatan, Senin (28/9/2026) mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Barsel didampingi Kabag Ops dan Kasat Intelkam. Rapat turut dihadiri Wakil Bupati Barsel, Dandim 1012/Buntok, Kajari Barsel atau yang mewakili, Ketua Pengadilan Negeri Buntok atau yang mewakili, Pj. Sekda Barsel, Kepala BPBD Barsel, kepala OPD terkait, unsur TNI-Polri serta sejumlah instansi dan lembaga yang terlibat dalam penanggulangan bencana.
Rapat Anev membahas perkembangan situasi Karhutla dan dampak kekeringan ekstrem di wilayah Kabupaten Barito Selatan.
Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap berbagai langkah penanganan yang telah dilaksanakan serta penyusunan strategi terpadu yang perlu dilakukan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam rapat tersebut disepakati perlunya peningkatan upaya pencegahan, penanganan dan penindakan Karhutla serta kekeringan secara terpadu.

Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan masih adanya peningkatan titik panas (hotspot) dan kejadian Karhutla di lapangan.
Koordinasi dan sinergitas antarlembaga juga menjadi perhatian utama.
Seluruh stakeholder didorong untuk meningkatkan komunikasi, termasuk dalam memberikan edukasi, imbauan dan informasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla serta dampak kekeringan ekstrem.
Perkuat Patroli dan Kesiapsiagaan
Sebagai tindak lanjut, koordinasi lintas sektor akan diperkuat dengan meningkatkan keseriusan dan kecepatan dalam penanganan Karhutla.
Patroli bersama dan monitoring di wilayah rawan akan ditingkatkan, disertai langkah pencegahan serta penindakan terhadap setiap potensi pelanggaran yang berkaitan dengan Karhutla.
Selain itu, kapasitas personel dan kesiapan sarana serta prasarana penanggulangan Karhutla akan terus ditingkatkan.
Pemerintah bersama stakeholder terkait juga akan melakukan pemetaan titik-titik rawan dan lokasi yang berulang kali terjadi Karhutla berdasarkan hasil pemantauan hotspot.

Ketersediaan sumber air di wilayah rawan turut menjadi perhatian. Upaya yang akan dilakukan antara lain pembangunan dan optimalisasi sumur bor, embung serta sumber air lainnya untuk mendukung percepatan penanganan apabila terjadi kebakaran.
Upaya deteksi dini juga akan diperkuat sehingga setiap potensi Karhutla dapat segera ditangani sebelum berkembang dan meluas.
Sinergi penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, TNI-Polri, KPHL/KPHP, Manggala Agni, TAGANA, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kecamatan, DAD, Damang Kepala Adat, akademisi, masyarakat, dunia usaha hingga instansi vertikal.
Monitoring dan evaluasi secara berkala juga akan dilakukan guna memastikan seluruh langkah penanganan berjalan efektif, terintegrasi dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dalam rapat tersebut ditekankan bahwa penanganan Karhutla dan kekeringan ekstrem harus dilakukan secara terpadu, cepat, terukur dan berkelanjutan, dengan mengedepankan pencegahan, kesiapsiagaan, respons cepat serta sinergitas seluruh stakeholder.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.
(BHL)
Tidak ada komentar