Silaturahmi Internal di AMPETRA Indonesia, Matangkan Deklarasi Nasional April 2026

waktu baca 3 menit
Minggu, 15 Feb 2026 07:33 47 Redaksi Kalteng

JAKARTA, MEDIATNI-POLRI.ID – Dewan Pendiri, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Pengawas, serta sejumlah pengurus inti Dewan Pimpinan Pusat AMPETRA Indonesia (Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional Indonesia) menggelar silaturahmi internal yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Menara Kuningan lantai 18, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan diawali dengan makan siang bersama, dilanjutkan pengukuran seragam resmi untuk Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pembina, dan Dewan Pengawas, serta ramah tamah sebagai ajang saling mengenal antar pengurus inti.

Acara dibuka oleh Ketua Dewan Kehormatan Dr. H. Akbar Mursalin, HA, S.Si, SH, M.Si., kemudian dilanjutkan sepatah kata dari jajaran Dewan Kehormatan, di antaranya Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, Mayjen TNI Haris Sarjana, serta Mayjen TNI (Purn) R. Gautama Wiranegara.

Turut hadir Ketua Umum AMPETRA Indonesia Yusran yang akrab disapa Bang Yus, Bendahara Umum Sarah Kartika, Ketua Dewan Pembina Prof. Iwan Setiawan, Ketua Dewan Pengawas H. Abdul Syukur, Susy Librianty selaku Dewan Penasehat, Brigjen Pol. Endra Zulpan, Massa Djafar, Prof. Dr. M. Mulyadi dari Dewan Kehormatan, serta Bung Anwar selaku Ketua Lawfirm 98.

Hadir pula jajaran Sekretariat Jenderal DPP AMPETRA Indonesia, yakni Heryadi sebagai Wakil Sekretaris Jenderal I dan Sari Agustina sebagai Wakil Sekretaris Jenderal II, yang aktif dalam konsolidasi internal serta persiapan menuju Deklarasi Nasional April 2026. Dari daerah, tampak Ketua DPW Lampung Samsudin, Ir. Maya Lapian sebagai pembina, Kolonel (Purn) Mansur anggota Dewan Pengawas, serta Letkol Inf. G. Borlak, S.Sos., MM.

Dalam sambutannya, Ketua Umum AMPETRA Indonesia Yusran menegaskan bahwa Deklarasi Nasional direncanakan berlangsung pada April 2026 sebagai momentum strategis memperkenalkan gerakan nasional masyarakat penambang tradisional secara lebih luas.

Menurutnya, deklarasi tersebut akan meneguhkan komitmen AMPETRA Indonesia dalam memperjuangkan legalitas, kesejahteraan, serta perlindungan hukum bagi penambang rakyat di seluruh Indonesia.

“Silaturahmi ini menjadi fondasi penting untuk menyatukan visi, memperkuat soliditas, dan membangun chemistry antar pengurus. AMPETRA harus hadir sebagai wadah perjuangan yang profesional, bermartabat, dan berkelanjutan,” ujar Bang Yusran.

Sementara itu, Letkol Inf. G. Borlak menyatakan dukungannya terhadap gerakan AMPETRA.

“AMPETRA Indonesia harus berdiri untuk kepentingan rakyat dan kelestarian negeri. Saya melihat AMPETRA hadir bukan hanya untuk penambang, tapi untuk Bumi Pertiwi,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno menekankan pentingnya kelengkapan legalitas organisasi.

“AMPETRA harus lengkap legalitasnya, mulai dari organisasi sampai holding koperasinya. Ini penting agar perjuangan penambang rakyat berjalan resmi, profesional, dan punya kekuatan hukum yang jelas,” ujarnya.

Dengan semangat persatuan dan kebangsaan, AMPETRA Indonesia menegaskan diri sebagai gerakan rakyat yang berpijak pada nilai Pancasila, kedaulatan sumber daya alam, serta keberpihakan kepada penambang tradisional.

Pertemuan yang digelar secara terbatas ini menjadi penanda kuat konsolidasi internal organisasi.

Kehadiran para tokoh nasional, purnawirawan TNI, serta jajaran Dewan Kehormatan menunjukkan bahwa AMPETRA Indonesia terus memperkuat struktur dan soliditasnya, sekaligus mengokohkan posisi sebagai wadah perjuangan penambang rakyat yang kian diperhitungkan di tingkat nasional.
(Tbk)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA